Selasa, 09 Desember 2008

Do not label Us !

Do not label us ! is the statement by Johannes Manginsela ( Vice Console of Indonesian in Davao City ) on KOMPAS, 2003 July, 21st, page : 36. He made the straight statements to fight the public opinion about Indonesia as the center terrorism.

Manginsela came to Press Club of Davao to explains about Indonesian position in time get punished by the Philipine’s press. Nationalism as an Indonesian people made him wakes when the press named Indonesia as a terrorist.

The Vice Console was born in Great Sangir Island at the north of Sulawesi, Indonesia gives the press fact about all the suspect of terrorism set free as an innocent. So he said : Do Not Label Us !


New channel for kids and urban – based audiences, and the evolving needs of Hindi general entertainment channels in India are driving new opportunities for production and distribution companies

Balaji telefilm is producing a youth-based serial for MTV, Midi tech is involved in a four-hour programming block for Disney Channel and Discovery Communications India is developing a concept for a new program and commissioning it to a local producer for the first time.

These are some of the programming initiatives that have been launched in India in late 2004 and that look set to consolidate as an emerging trend in early 2005. There are many more new developments from production houses and broadcasters that can be added to the list, including plenty of e new deals for international production and distribution companies.

This is all being driven mainly by a spate of new channel for kids and India’s burgeoning urban-based upwardly mobile audience, and the evolving needs of Hindi general entertainment channels, which have shown increasing inclination towards reality talent contest and telenovelas.

“India is progressing towards being a global market,” says Tarun Katial, Executive vice president and business head, Sony Entertainment Television (SET) Idia.

Katial’s observation can be attributed to be channel’s signing spree for a variety of International formats in the last year or so, SET, which aired an Indian version of Latin American series from Televisa entitled Complices al Rescale and the widly popular Idol format in the second half 2004, will lauch Dance Dance, an Indian version of endemol’s Strictly Dancing in mid January 2005.

From Ritesh Gupta - Asia Image, 2004, January/February,
By Ghinonk


Di awal kehadiran CDMA di Indonesia, tidak ada yang mau melirik untuk berkenalan dengannya. Dari mulai design yang dianggap ketinggalan jaman, body gembrot, fitur seadanya, sama sekali tidak mengikuti trends.

Dunia CDMA sendiri sebenarnya sudah berkembang kearah real Time decoder. Ditambah perjanjian komersial antara vendor ponsel Qualcomm untuk solusi mobile video software. Sebuah bagian dari kumpulan aplikasi launchpad yang meliputu QTv, sangat memungkinkan untuk real-time decoder termasuk streaming dan download video.

Lalu, Qcamcoder, sebuah real time encoder yang merekam video dan Qvideophone, sebuah solusi video telephony dua arah yang memungkinkan mobile video conferencing. Vendor yang sudah komitmen antara lain Casio, Kyocera, LG Electronics, Samsung, Sanyo, Sony Ericsson Mobile Communications Japan Inc. dan Synertek.

Parameter jaringan dan kemampuan membaca RUIM merupakan dua factor penting dalam memilih ponsel. Pasalnya, ada dua macam frekuensi yang diberikan operator Indonesia yaitu 800 Mhz dan 1900 Mhz. Tergantung daerah dan lisensinya. Di dunia, produk Cina maupun Korea memiliki peluang untuk masuk pasar Indonesia karena kemampuan untuk membaca parameter tersebut. Tidak hanya vendor besar, vendor kecil tanpa nama pun menggunakan fasilitas RUIM untuk mengadaptasi parameter jaringan.

by Ghinonk


Viewers hate if when the loudness level suddenly changes when they switch channels or commercial comes on. John Couling, professional product manager of Dolby Laboratories Inc. tells us why this occurs and how to solve the problem.

TV viewers have found the variances in loudness between different programmers and channels to be annoying for many years. Many broadcasters say that it is the single largest cause for complaint to their stations.

Now, with the transition from analogue for digital broadcasting, various effects – such as the wider dynamic range and quality of the digital programming – seem to be compounding the problem.

A study by Dolby Laboratories of the loudness of programm at a major UK cable and satellite play out facility show difference of up to 17dBLeqA. This short of variation can be attributed to a number of causes. However, whatever the cause, it is clear that the methods currently used to align material for broadcast are not working as they should.

The growth that is currently being seen in the number of channels available to viewers, across analogue and digital transmissions, cable and satellite, makes it imperative that broadcasters take opportunities such as the move to digital production and distribution to prevent the loudness problem from getting even worse.

In practical use, a loudness meter would still be used alongside conventional [peak measurements; the formers to provide true loudness information for signal alignment, the latter to avoid clipping distortion.

Outsourced material could easily be conformed before being sent to a station and then checked in QC to confirm that it matched a broadcaster’s guidelines without any concern about operators using different metering methods or interpreting a scale differently.

Asia Image,2005,January/February
By Ghinonk

Minggu, 07 Desember 2008


How to win solution for the difficult situation as a side effect of the global economy crisis ? We are going to find a lot of answer of it but only just a little chance to make us win. How is it ? Let’s find out here :

The solution must be :

1. The answer must be the simple way with low risk and low budget
2. It’s very easy to used and get progress as soon as possible
3. The things should be attractive to others
4. No need a place for shipping
5. Without production processed
6. There’s nothing to do for delivered
7. We don’t have to pay employee for service complain or claim guarantee
8. Get profit anytime even while we are sleeping
9. Big Market
10. Global Market
11. Working from home or wherever we are
12. We don’t have to wait for a long time

As David J. Schwartz says in “The Magic OF THINKING BIG” that “Don’t ever trust to the people who afraid of this atom century. Tell them that it is fantastic time to live. Tell them about new industry, new outsourcing, global market and those are everything meant A CHANCE” Try it :

How Rich’s Dad ( Garret Sutton ) says : “We have to understand our power and weakness before we make some business and get ready for personal responsibility to have successfully and broken of the business made it. As a seller business we must know how the risks and get prepare for it.”

By Ghinonk


Kata adalah bahan mentah dari pikiran. Ukuran yang penting atas kosakata seseorang bukanlah jumlah suku kata dalam kata – kata yang digunakannya tetapi satu – satunya hal yang penting adalah efek yang ditimbulkan oleh frase atau kata yang diucapkannya atas cara berpikirnya dan cara berpikir orang lain. Kata, ketika diucapkan mengandung istrumen yang membuat otak merespon sebagai gambaran dari pemikiran sang penyampai.

Kita tidak berpikir dalam kata atau frase tetapi kita berpikir hanya dalam gambaran atau citra yang kita tangkap.

Apabila seseorang mengatakan kepada kita : “ Si A membeli sepatu merah “ maka akan tampil dalam pikiran kita sebuah gambar berbagai bentuk sepatu merah yang pernah kita lihat. Apabila seseorang tersebut mengatakan hal lain, misalnya : “ Si B membuat rumah bambu” maka akan tampil gambar lain dengan ilustrasi sebuah rumah terbuat dari bambu.

Jika anda mengatakan kepada orang lain : “Kita harus mengeluarkan biaya besar, tenaga yang besar, waktu yang lama dan tingkat kesulitan yang tinggi untuk menjalankan sebuah bisnis” apa yang akan anda dapatkan ? biasanya orang akan merespon negative karena ia akan lelah membayangkan sebuah bentuk usaha yang besar, sulit, lama dan beresiko. Mungkin anda akan melihatnya terengah – engah tanpa memulai sesuatu tindakan apapun, hanya dengan memikirkan apa yang anda ucapkan.

Cobalah sampaikan padanya untuk sesuatu yang sederhana,tidak muluk – muluk tetapi tidak menipu melainkan membesarkan.Misalnya : “Sebaiknya kita membuat suatu investasi yang besar “ Apa yang terbayangkan ? Suatu kondisi yang menyenangkan, eksplorasi dan keuntungan besar. Tertarik ? Tentu saja.

Pernyataan Dengan Efek Negatif :
( Citra : Gelap, Muram, Kekecewaan, Kesedihan, Kegagalan )

1. Tidak ada gunanya, kita sudah kalah.
2. Saya pernah sekali berkecimpung dalam bisnis itu dan gagal. Saya tidak mau mencobanya lagi.
3. Saya sudah berusaha tetapi produknya, memang tidak laku. Orang tidak menginginkannya.
4. Pasarnya sudah jenuh. Bayangkan… 75% dari potensi yang ada sudah terjual. Lebih baik keluar.
5. Pesanan mereka selama ini kecil. Hentikan saja.
6. Lima tahun adalah waktu yang terlalu lama sebelum saya dapat masuk ke peringkat atas di perusahaan anda. Keluarkan saya.
7. Pesaing memiliki semua kelebihan. Bagaimana anda berharap saya menjual melawan mereka ?
8. Tak seorang pun akan pernah menginginkan produk itu
9. Mari kita tunggu hingga resesi terjadi .
10. Saya terlalu muda/tua untuk pekerjaan itu
11. Tidak akan berhasil, Mari saya buktikan

Pernyataan Dengan Efek Positif :
( Citra : Cerah, Penuh Harapan, Sukses, Menyenagkan, Kemenangan )

1. Kita belum kalah, mari kita terus berusaha. Ini asa segi lain yang baru.
2. Saya memang bangkrut, tetapi itu salah saya sendiri. Saya akan mencoba lagi.
3. Sejauh ini saya memang tidak mampu menjual produk ini. Tetapi saya tahu produk ini bagus dan saya akan menemukan formula yang akan membuatnya laku.
4. Bayangkan 25 % dari pasar masih belum terjual. Sertakan saya, Tampaknya ini bisnis besar !
5. Pesanan mereka selama ini memang kecil. Mari kita susun rencana untuk meningkatkan pesanan mereka.
6. Lima tahun bukanlah waktu yang terlalu lama. Coba piker, itu masih memberi saya 30 tahun unruk bekerja pada tingkat tinggi.
7. Pesaing memang kuat. Tidak ada yang menyangkal hal itu, tetapi tak seorang pun memiliki semua kelebihan. Mari kita pikirkan bersama cara untuk mengalahkan mereka dalam permainan mereka sendiri.
8. Dalam bentuknya yang sekarang, produk ini mungkin memang tidak mudah untuk dijual, tetapi mari kita pertimbangkan beberapa modifikasi.
9. Mari kita melakukan investasi sekarang. Bertaruhlah untuk kemakmuran, bukan depresi.
10. Usia muda/tua adalah keuntungan yang mencolok
11. Ini akan berhasil, mari saya buktikan.

Untuk berpikir besar kita harus menggunakan kata dan frase yang menghasilkan citra atau gambar mental yang positif dan besar. Pergunakan kata yang positif untuk menggambarkan perasaan anda, Ingatlah kata – kata yang menyenangkan untuk menggambarkan orang lain dan gunakan bahasa yang mebesarkan hati. Janjikan kemenangan dan saksikan mata yang menyala. Janjikan kemenangan dan dapatkan dukungan. Bangunlah istana, jangan menggali kuburan.
By Ghinonk
Disunting dari “The Magic of Thinking Big by David J. Schwartz”

Sabtu, 06 Desember 2008

The Beauty of Woman

To make a wonderful lip, say something in nice and kind words.
To have beautiful eyes, find the good thing in everyone’s eyes you’ll find on the way.
To get the fabulous body, let’s make everyone full fill their hungriness,
Ask a little child makes your hair clearly with her fingers every day because you’ll find them shiny in the sun.
By attitude, Take a walk with knowledge and you’ll know that you never walk alone.

Human is more than every creature. It’s used to changes, get fixed, removed and forgives. Don’t you ever placed someone as a little stone in your heart, Remember that anytime you need help there’s always a hand for you in honest.
You are blessing to have two hands, one to help yourself and another to help other people.

The beauty of a woman not in her elegant dress, not in great body or the way she made her hair stylist. The wonder beauty is in her eyes, the way she sees for the world cause in she looks we’ll find the gate to everyone’s heart, where the love is growing for heaven.

The beauty of woman not in her excellent skin but in her pure beauty what shows up from the loving soul what gives you attention and purity.
The beauty is will always growing by the time to time, forever.

By Ghinonk
Tasikmalaya, 2008 des 7th
Special thank to Kuy, for the love and giving with care

Jumat, 05 Desember 2008

Tujuh Keajaiban Dunia.

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari "Tujuh Keajaiban Dunia." Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak-sesuaian, sebagian besar daftar berisi;

1) Piramida
2) Taj Mahal
3) Tembok Besar Cina
4) Menara Pisa
5) Kuil Angkor
6) Menara Eiffel
7) Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab,
"Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya."
Sang guru berkata,
"Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya."

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, "Saya pikir, "Tujuh Keajaiban Dunia" adalah,
1) Bisa melihat,
2) Bisa mendengar,
3) Bisa menyentuh,
4) Bisa menyayangi,
Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan,
5) Bisa merasakan,
6) Bisa tertawa,
7) Dan, bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban". Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai "biasa". Semoga anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan anda.


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah ...

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar ... Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang dari hari ke hari. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar. Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. "Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. "Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini ... di hati orang lain.”

Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu ... Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada ... dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik ..."


Siapa tidak kenal Thomas Alva Edison, salah seorang penemu terbesar abad lalu. Semasa hidupnya ia mengantungi 3.000 paten penemuan ilmiah. Lelaki kelahiran Milan, Ohio, AS, 11 Februari 1847 ini tinggal di sebuah rumah besar dengan di kelilingi pagar besi. Para tamu yang akan masuk ke halaman rumahnya harus membuka pintu gerbang besi yang amat berat, dan kemudian menutupnya kembali sampai benar-benar tertutup.

Sebagai ilmuwan produktif yang banyak membuat penemuan baru, tentu ia banyak dikunjungi tamu. Apalagi ia pernah memiliki pabrik dan laboratorium dengan 300 karyawan. Suatu ketika, seorang teman dekatnya mengeluh kepada Edison, betapa ia harus menguras banyak tenaga setiap kali membuka dan menutup gerbang rumah Edison.

Dengan mengedipkan ekor matanya, Edison lalu mengantarkan sang teman naik tangga menuju ruangan di atap rumahnya. Di sana terdapat alat-alat mekanis rumit yang terdiri atas beberapa pengungkit besi, kerekan, dan pompa-pompa. Sang teman terheran-heran, apa maksud tuan rumah mengajaknya ke ruang tersebut.

"Engkau pasti tidak tahu," ujar Edison, "setiap kali ada orang yang membuka dan menutup pintu gerbang depan, secara otomatis akan memompa satu galon air ke dalam bak penampungan air di sini."

Itulah kelebihan seorang Thomas Alva Edison. Benar kata Aristoteles, tidak pernah ada orang yang genius tanpa diwarnai dengan kesintingan.

HIDUP ADALAH..........

Hidup adalah sebuah tantangan, maka hadapilah.
Hidup adalah sebuah lagu, maka nyanyikanlah.
Hidup adalah sebuah mimpi, maka sadarilah.
Hidup adalah sebuah permainan, maka mainkanlah.
Hidup adalah cinta, maka nikmatilah

(Bhagawan Sri Sthya Sai Baba)


Jika anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil, yang telah mempunyai 8 anak, tiga diantaranya tuli, dua buta, satu mengalami gangguan mental dan wanita itu sendiri mengidap sipilis, apakah anda akan menyarankannya untuk menggugurkan kandungannya?

Jika anda menjawab ya, maka anda baru saja membunuh salah satu komponis masyur dunia. Karena anak yang dikandung oleh sang ibu tersebut adalah Ludwig Van Beethoven.

Sekarang adalah waktunya untuk memilih seorang pemimpin dunia dan keputusan anda berpengaruh besar terhadap siapa yang akan menjadi pemenang. Berikut adalah fakta mengenai ketiga calon tersebut:

Calon A : dihubung-hubungkan dengan politisi jahat dan sering berkonsultasi dengan astrologis, punya dua istri muda, dia juga seorang perokok berat dan minum 8-10 botol martini setiap hari.

Calon B :dipecat dua kali dari kantor, selalu bangun sore hari, pernah menggunakan narkoba waktu kuliah dan minum wiski tiap sore.

Calon C : dianggap pahlawan perang, vegetarian, tidak merokok, hanya sesekali minum bir, tidak pernah berselingkuh diluar perkawinannya.

Siapa diantara ketiga calon ini yang akan anda pilih? Anda mungkin tidak akan menduga siapa sebenarnya calon-calon ini.

Calon A adalah Franklin D. Roosevelt
Calon B adalah Winston Churchill
Calon C adalah Adolf Hitler

Sekali lagi sejarah mengajarkan untuk tidak menilai orang dari penampilan.


Ciamis,Kompas Indonesia

RAA.koesoemadiningrat salah seorang Bupati ke XVI di tatar Galuh Ciamis, beliau memegang tampuk pemerintahan Galuh dari tahun 1839-1886 dan dianggap Bupati paling berhasil dalam meminpin dan memajukan daerah Galuh ini.

Menurut kuncennya “Benyamin “ mngatakan bahwa kang Jeng Prabu RAA.Koesoemadiningrat ini di segani oleh Bupati - bupati lainnya juga oleh pemerintah Hindia Belanda, hingga beliau menerima Medali Emas dan menerima Medali Payung Kuning atas keberhasilannya.Beliau juga di kenal mempunyai ilmu pengetahuan keduniawian maupun kebatinan dan merupakan orang pertama yang bisa membaca huruf latin di tatar sunda., serta fasih berbahasa Belanda, dan beliau di percaya dapat berhubungan dengan mahluk halus yang Galuh yang di kenal dengan kerajaan ONOM, dalam tiap keramaian onom ini selalu diundang dan diminta bantuannya guna mensukseskan dan menjaga ketertiban keramaian.

Banyak hasil karya beliau yang monumental yang hingga saat ini masih terasa dan terlihat manfaatnya walaupun lebih dari satu abad, diantaranya : Kemasyarakatan yang telah jelas dapat mempercepat berakhirnya Tanam Paksa ( Cultur Stelsel ) yang sangat menyengsarakan rakyat Galuh khususnya, Hindia Belanda umumnya. Dalam hal agama beliau, mendirikan Masjid Agung di tengah Kota dan merupakan masjid termegah di Tatar Sunda pada zamannya dan baru di renovasi tahun 1982 juga pada tahun 1862 beliau mendirikan sekolah yang merupakan sekolah pertama di Tatar Sunda yang mendatangkan guru pengajar orang Belanda di antaranya : Mr Jaul Kens dan Mr Blanderoen hingga kesusastraan dan kesenian maju pesat d Tatar Galuh beliau sendiri menulis GUGURITAN “ jaman ti nakdir yang agung caina, tamba panyakitna, Amal jariah kaula Bupati Galuh Ciamis Aria Kusumahdiningrat Medali Mas Payung Kuning.

Keberhasilan di bidang pertanian, beliau membuka perkebunan besar di daerah Banjar dan Galuh Selatan dengan memberi konsesi kepada pemodal - pemodal, juga transportasi yang kini menjadi dua jembatan besar di atas sungai Citanduy yaitu, jembatan Cirahong dan jembatan Karang Pucung, dan guna kelancaran jalannya pemerintahan beliau mendirikan gedung perkantoran di antaranya : Gedung Kabupaten pada masanya merupakan kantor Kabupaten termegah di Tatar Sunda.

Kuncen juga menambahkan benda - benda Pusaka peninggalan RAA Koesoemadiningrat sebagian masih tersimpan di Sirna Yasa dan dikelola oleh Rudayana. Pada tahun 1886 – 1914 pemerintahan beliau dilanjutkan oleh puteranya “ RAA Kusumah Subrata “ dan tahun 1915 RAA Sastrawinata Kabupaten Galuh diganti namanya menjadi Kabupaten Ciamis. KI/ia

The Circle of Water

Berkaca dari sisi cara pandang masyarakat Jawa barat atau Suku Sunda di wilayah Priangan yang mengidealisasikan tempat pemukimannya sebagai bumi yang subur makmur dengan curahan air yang mengalir… menurut istilahnya “ cur - cor ‘. Seringkali keramahan orang sunda tatkala menerima tamu, dirangkum dalam ungkapan “gek-sor”. Begitu tamu duduk langsung disambut dengan hidangan dan minuman.

Secara bahasa, di Jawa Barat kata “ci” sering dipautkan dengan nama- nama kota,kampong, desa bahkan sungai. Misalnya saja Cirebon, Cianjur, Ciamis, Cimahi, dll. Untuk nama kota. Cihapit, Cikaso, Cikawao dan Cibarengkok untuk nama kampong. Juga Citarum, Ciulan, Ciliwung, Cisadane dan Cikapundung untuk nama sungai. Semua menyandang kata “ci” yang berarti “air“.

Mengutip perkataan Prof.Ir.V.R. Van Romondt (1961) dalam kuliahnya di Jurusan Arsitektur ITB, bahwa pada umunya orang sunda baru merasa puas apabila rumah panggungnya dilengkapi “balong” dengan “pancuran” air yang mengalir jernih. Apalahi bila harta benda sang pemilik “Bru di juru, bro di panto, sawah ledok istri denok” ( harta melimpah, sawah subur dan istri yang sexy ).

Di balik cerita mengenai air, ada pemaparan yang sangat menarik mengenai siklus air bila diselaraskan dengan legenda masyarakat sunda yaitu kisah Sangkuriang.

Dalam batas konsep alam pikir kedaerahan kisah sang “AIR” sebagai sumber kehidupan bermula ketika Raja Sungging Purbangkara atau Sri Pamekas yang buang hajat kecil di hutan larangan, ditafsirkan sebagai Bapak Angkasa yang menurunklan hujan ke bumi.

Belah Tempurung yang menampung “pipis” sang raja atau air hujan dari langit adalah cekungan Dataran Tinggi Bandung yang dikelilingi gunung seakan berbentuk tempurung. Air hujan meresap keharibaan kandungan ibu pertiwi yang dikiaskan sebagai Ibu Celeng Wayungyang ( Ibunda Dayang Sumbi ). Lewat proses geologis dalam tanah, resapan dalam bentuk kandungan air bagai rakhim seorang ibu kemudian “lahir” lewat mata air yang kita kenal sebagai Sungai Citarum Purba atau Dayang Sumbi. Aliran air sungai menuju Lembah Cimeta di sebelah utara Padalarang.

Alkisah terjadinya perkawinan atara Dayang Sumbi ( sungai Citarum purba ) dengan muntahan lahar Gunung Tangkuban perahu ( Si Tumang ) yang secara geologis membendung aliran sungai hingga terbentuknya Telaga Bandung atau kita sering menyebutnya sebagai Situ Hyang. Kandungan Dayang Sumbi ( Situ Hyang ). Akhirnya sampailah pada saat kelahiran sang jabang bayi yaitu Sangkuriang. Kehadirannya diibaratkan sebagai aliran Sungai Citarum Baru yang dilahirkan sang ibu melalui tenggorokannya, diidentifikasi adanya “Sang Hyang Tikoro”. Seperti dikisahkan oleh Dr. C. W. Wormser, bahwa Sangkuriang kemudian berjalan kearah terbitnya sang surya.

Ada sangkalan mengenai hal tersebut mengingat pada kenyataannya Sungai Citarum mengalir kearah barat menuju pantai utara jawa. Namun setelah diteliti pada peta purba wilayah nusantara, ternyata arah aliran sungai Ciatarum Baru alias Sangkuriang bermuara ke Paparan Sunda ( Sunda Plat ) yang sekarang telah menjadi lautan dan memang benar – benar menuju kearah timur. Alur sungai terletak di sebelah utara Pulau Madura sekarang. (“De Geschedenis van het leven op Aarde” by Prof.Dr.G.L. Smit Sibinga)

Shahdan sangkuriang yang bermuara dilautan berkelana keliling dunia. Hingga suatu ketika melalui proses penguapan air pada permukaan laut, naiklah sebagai bintik uap air ke angkasa, gulung – gemulung terpadu sebagai mega mendung ditiup sang bayu menuju daratan, terdampar dipagut hutan pada lereng perbukitan dan pegunungan lalu jatuh kembali ke bumi sebagai rinai hujan.

Sang hujan terserap ke haribaan bumi pertiwi lalu tercurah ke Sungai Cikapundung yang kita istilahkan sebagai “Sangkuriang yang pundung” (gusar,jengkel,ngambek) mengalir membelah kota Bandung dari wilayah pegunungan di utara menuju ke selatan kota.

Di ujung pengembaraan keliling dunia, air kehidupan yang mengalir lewat Sungai Cikapundung, pada akhirnya dipertemukan dengan sang bunda Dayang Sumbi…”Sungai Citarum”. Dalam catatan Reitsma dan Hoogland (1921) pada lokasi pertemuan Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum terdapat sebuah kampung bernama Sangkuriang.

Demikianlah versi cerita siklus air yang diibaratkan sebagi legenda Sangkuriang menemukan bentuk tafsirnya sebagi kisah kelana perjalanan setitik air hujan yang menjalani proses daur ulang. Wawasan pengetahuan dan kearifan yang tinggi tentang arti dan fungsi air bagi hajat kehidupan manusia selayaknya bisa memanfaatkan potensi air dengan mempertimbangkan ekosistem yang harus dipelira dan dijaga agar tetap berjalan seimbang dan lestari.

Ghina Agustina MS
Kutipan dari :“Semerbak Bungan di Bandung Raya”,Haryoto Kunto, 1986,PT Granesia, Cetakan ke I

Selasa, 25 November 2008


Satu kisah cinta baru-baru ini keluar dari China dan langsung menyentuh seisi dunia.

Kisah ini adalah kisah seorang laki-laki dan seorang wanita yang lebih tua, yang melarikan diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi dalam kedamaian selama setengah abad. Laki-laki China berusia 70 tahun yang telah memahat 6000 anak tangga dengan tangannya (hand carved) untuk isterinya yang berusia 80 tahun itu meninggal dunia di dalam goa yangselama 50 tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya.

50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta pada seorang janda 29 tahun bernama Xu Chaoqin ....Seperti pada kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespeare, teman-teman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak....

Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua.....Untuk menghindari gossip murahaan dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.

Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa, tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka. Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan is berulang-kali bertanya,"Apakah kau menyesal?" Liu selalu menjawab, "Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik".

Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung terus selama 50 tahun.

Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.

Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, "Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.

Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya."Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai akan meninggal, sekarang kau telah mendahuluikun, bagaimana akan dapat hidup tanpamu?"

Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.

Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly.

Pemerintah telah memutuskan untuk melestarikan "anak tangga cinta" itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus.

Guyonan Rokok

aq dapet kiriman dr temen neeh....katanya : ROKOK adalah PENGHARUM MULUT TANPA PERLU GOSOK GIGI
Alami dan Tanpa bahan pengawet. Aman bagi ibu hamil
Jika mulut masih bau ya kumur2 donk, masa ngupil...